oleh

Aksi Bela Uighur Alumni 212 Geruduk Kedutaan Besar China

DETIKFAKTA.ID – Hujan deras yang mengguyur tidak menyurutkan Alumni 212 melakukan aksi Bela Uighur di depan Kedutaan Besar China di kawasan Kuningan Jakarta Selatan. Mereka mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh rezim komunis China terhadap muslim Uighur di Xinjiang China. Aksi ini di Komandoi oleh FPI (Front Pembela Islam) dan tokoh alumni 212 lainnya.

Perwakilan massa bergantian berorasi di atas mobil komando menyampaikan aspirasi. Sebagian besar massa aksi tetap menyampaikan aspirasinya dibawah guyuran hujan, sebagian lain lain memilih untuk menepi di sekitar gedung Kedubes China.

Dalam aksitersebut, Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif yang menyerukan bahwa pemerintah China telah melakukan pelanggaran HAM berat terhadap etnis Muslim Uighur. Ia menyerukan untuk memboikot produk-produk China yang ada di Indonesia. Ia juga meminta pemerintah untuk menghentikan seluruh proyek kerja sama dalam bentuk apapun.

“Boikot pruduk-produk China dan hentikan segala bentuk kerja sama. Dan menarik seluruh simpanan dari sistim perbankan milik China,” kata Slamet Maarif, Jumat (28/12/2019).

Baca Juga :  dr. Syah Indra: Dengan Nota Kesepahaman ini Langkah Untuk Memperbaiki Sistem 

Hadir pula dalam Aksi Bela Uighur, emak-emak Militan dengan membawa kardus dengan berbagai tulisan. Diantaranya, “Jangan jadi manusia munafik gara-gara RRC”, “Boikot RRC atas kekejaman terhadap Muslim Uighur”.

“Ini bentuk partisipasi kami kepada etnis muslim Uighur yang ditindas oleh Rezim komunis China. Semoga di dengar oleh mereka,” ungkap Susi kepada detikfakta id. (ANW)

Loading...

Baca Juga