oleh

GPI Jakarta: Jika Tak Bisa Tertibkan Bawahannya, Tito Sebaiknya Mundur Dari Mendagri

DETIKFAKTA.ID – Ketua GPI Jakarta Rahmat Himran mengaku kecewa dengan  ketidak becusan Tito Karnavian dalam memimpin Kementerian Dalam Negeri. Pasalnya, Gerakan Pemuda Islam merasa dipermainkan oleh oknum pejabat Kemendagri.

Dikatakan Rahmat Himran, Rabu (22/1/2020) GPI Jakarta mendatangi Kemendagri untuk meminta Kemendagri mengusut dugaan perbuatan sewenang-wenang yang dilakukan oleh Bupati Ciamis kepada sejumlah ASN di Ciamis. Kedatangan mereka menindaklanjuti aksi dan pengaduan yang dilakukan GPI Jakarta bersama Aliansi Peduli Ciamis yang dilakukan pada Jumat 17 Januari 2020.

Saat itu, sejumlah pejabat yang berwenang sudah tidak ada di tempat pada saat jam kerja. Oleh staf Kemendagri, mereka dijanjikan akan diterima beraudiensi secara langsung dengan Dirjen Otda (Otonomi Daerah) pada hari Rabu (22/1/2020).

700 Covid DF

Berdasarkan janji tersebut, GPI Jakarta mendatangi Kemendagri di kawasan Medan Merdeka Jakarta Pusat. Rahmat Himran beserta 4 orang temannya tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB.

Baca Juga :  PP GPI: Selamat Atas Terpilihnya Ketua Umum KNPI, Noer Fajriansyah

“Tapi justru Dirjen Otda sendiri kelihatan tidak serius dalam menanggapi persoalan ini. Dimana tadi Dirjen Otda justru mempunyai agenda lain. Selain agenda untuk menerima kami dan beraudiensi dengan persoalan ini,” kata Rahmat Himran.

Selaku Ketua GPI Jakarta, Rahmat Himran mengaku merasa dibohongi oleh Kemendagri. Karena Kemendagri yang berjanji, ternyata Kemendagri sendiri yang mengingkari. Ia merasa Dirjen Otda tidak serius menerima aspirasi rakyat.

“Itu pertanda bahwa persoalan yang kita aspirasikan itu tidak diseriusi oleh Dirjen Otda. Bayangkan, kita menyampaikan aspirasi ini dari hari Jumat. Kemudian sekarang, sudah lima hari. Rabu itu tidak ditanggapi ataupun diseriusi oleh Dirjen Otda,” ujar Himran.

700 Covid DF
GPI Jakarta: Kemendagri Yang Berjanji, Kemendagri Yang Mengingkari
Laporang Pengaduan GPI Jakarta

Ketua GPI Jakarta ini merasa ketidak seriusan pejabat Kemendagri dalam menanggapi aspirasi rakyat, diduga karena lemahnya kepemimpinan Mendagri. Himran meminta Tito Karnavian lebih serius mengurusi persoalan masyarakat.

Baca Juga :  Brigade GPI: Anak Perusahaan Luhut Binsar Harus Bayar Tanah Rakyat Gorontalo Utara

“Makanya kami minta agar Tito Karnavian lebih menseriusi lagi terkait persoalan-persoalan yang menyangkut tentang hak hidup orang banyak atau menyangkut tentang persoalan umat. Itu harus diperhatikan. Bukan hanya dibiarkan seperti ini,” tegasnya.

Rahmat Himran juga meminta kepada Tito Karnavian agar lebih tegas kepada bawahannya. Tito harus bisa menertibkan dan mendisiplinkan bawahannya dalam melakukan tugas-tugasnya di Kemendagri.

“Bila Tito Karnavian merasa tidak mampu untuk menertibkan dan mendisiplinkan angota-anggotanya, bawahan-bawahannya, maka lebih baik mundur dari jabatannya sebagai Mendagri,” imbuh Himran.

Rencananya, Jumat (24/1/2020) GPI Jakarta kembali akan menggelar aksi lanjutan. Mereka meminta Bupati Ciamis yang diduga melakukan rotasi dan promosi jabatan atas pertimbangan kepentingan politik segera diperiksa. Dalam aksi tersebut, GPI Jakarta juga akan meminta agar Tito Karnavian mundur dari jabatan Mendagri jika tidak mampu menertibkan bawahannya. (DVD)

Baca Juga :  Demi Persatuan Indonesia, Sejumlah Ormas Tolak Ijtima Ulama Ketiga
700 Covid DF
Loading...

Baca Juga